Tragedi Jembatan Pamnukan Bunuh Diri, Ibu Bawa Anak Loncat ke Sungai Cipunagara. Pamanukan

Di Rangkum Oleh Dede Zhayen Pusakanagara (Subang)
Bunuh Diri, Ibu Bawa Anak Loncat ke Sungai Cipunagara (Jembatan Pamanukan)




SUBANG, (PR).- Warga Pamanukan Kabupaten Subang digegerkan dengan seorang ibu dan anaknya loncat dari jembatan terjun ke Sungai Cipunagara, Senin, 13 Februari 2017, sekitar pukul 10.45 WIB. Kabar tersebut membuat warga berdatangan, sehingga jembatan Cipunagara menjadi ramai menyaksikan proses pencarian yang tengah dilakukan tim gabungan.

Dari informasi yang diperoleh, sekitar pukul 10.10 WIB seorang pengguna sepeda motor sedang melaju dari arah Pusakanagara ke Pamanukan. Ketika itu di sekitar jembatan Cipunagara, tepatnya sebelah selatan Desa Pamanukan Sebrang Kecamatan Pamanukan melihat seorang ibu usia 30-40 tahun bersama balita usia 4 - 5 Tahun sedang berada di pinggir jembatan bagian tengah.

Ketika itu pengemudi sepeda motor memberitahu kondektur/ kenek bis bhineka. Namun waktu akan mendekati ibu dan anaknya, keduanya sudah lompat dan terjun ke sungai. Saat itu debit air sungai sedang tinggi, sehingga keduanya terseret terbawa derasnya arus air sungai.

Kapolsek Pamanukan Iwan Setiawan, mengatakan informasi warga sudah ditindaklanjut, saat ini petugas gabungan sedang melakukan pencarian korban. "Kami sedang melakukan penyisiran, mencari korban yang hilang terbawa arus sungai," ujarnya.

Dikatakannya, petugas bersama masyarakat masih terus melakukan pencarian, menyisir hingga jembatan gantung Desa Bobos Legonkulon. Dari keterangan saksi, diduga, ibu dan anaknya itu lokasi loncat dari jembatan sebelah selatan. Arus sungai deras akibat curah hujang tinggi, sehingga terbawa arus hingga keduanya hilang di sungai Cipunagara.
Saksi warga setempat yang melihat kejadian itu sempat berusaha menolong, tetapi arus sungai sangat deras, sehingga ibu dan anaknya itu tidak tertolong, sampai sekarang belum di ketemukan dan masih dalam pencarian.

"Giat penyisiran sungai di Dusun Kalimati Desa Lengkongjaya Kecamatan Pamanukan, bersama masyarakat dengan rakit penyebrangan. Identitasnya belum diketahui, tetapi ciri ciri usianya sekitar 30 - 40 tahun, rambut panjang, baju lengan pendek warna coklat, dan celana panjang. Perempuan itu menggendong anak perempun umur 5 tahun, menggunakan kaos merah," ujarnya.***


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pembina yang Suruh Anggota Pramuka Makan di Tanah Akan Disanksi